Rabu, 22 Juli 2015

Kedaulatan Pangan


KeDAULATan pangan (food sovereignity) adalah:

1.      Petani berladang di lahannya sendiri,
2.      Air cukup tanpa perlu dicari,
3.      Berkuasa pada benih sendiri,
4.      Menggunakan pupuk yang ga perlu dikebiri,
5.      Mengaplikasikan teknologi yang disukai,
6.      Berkuasa atas hasil produksi,
7.      Boleh mengkonsumsi sesuai aspirasi.

Petani kecil Bahagia

“Aku pernah punya cita-cita,
hidup jadi petani kecil
Tinggal di rumah desa,
dengan sawah di sekelilingku”


(Ebiet G Ade)


Petani dan Hujan

"Mari kita tunggu datangnya hujan, 
Duduk bersanding di pelataran sambil menjaga mendung di langit 
agar tak ingkar, 
agar tak pergi lagi Kasih, 
Kemarilah duduk merapat sama-sama tengadahkan wajah (Ebiet G Ade)


Janji-Janji Landreform


Dari masa ke masa, berganti rezim ke rezim, pemerintah lama pemerintah baru, presiden tua, presiden muda: selalu menjanjikan LANDREORM. Tanah dijanji akan dibagi, segala rencana dikaji, disusun langkah-langkah, disampaikan kian kemarin, entah sekedar cari simpati..... namun tak banyak terbukti.


Sabtu, 18 Juli 2015

Bertani itu Ibadah

Bertani itu ibadah, memberi itu JIHAD.
Bahkan ketika jagung yang pa Tani tanam dimakan burung-burung, ketika Ia ikhlas, ...... itulah amalan baiknya.

Janji janji landreform

Food sovereignity lebih tepat jika diindonesiakan menjadi KEDAULATAN PETANI ATAS PANGAN. Yakni berdaulat nya petani atas lahan, air, benih dan bibit, pupuk dan sarana produksi lain, teknologi, hasil panen, serta pilihan mengkonsumsi pangannya sendiri. Berdaulat artinya, petani punya AKSES dan KONTROL atas itu semua. Hanya Petani berdaulat yang akan bisa sejahtera.

Minggu, 28 Juni 2015