Jumat, 15 Juni 2012

Janji Landreform




Janji-janji Landreform,

Ya Kami petani,
Dengarlah suara pacul-pacul kami,
Mereka rindukan tanah,
Tanah yang Tuan janjikan
...Tanah gembur, kering, .....
atau akankah tanah berapi?

(Bogor, Syahyuti. Juni 2012)






Rabu, 13 Juni 2012

membajak sawah


Membajak sawah ......
Membalik tanah, menyingkap harap
Membuka berkah, tunaikan amanah .....




******

Petani


Ini lukisan dengan format baru. Lukisan dan kalimat dalam satu space, jadinya semacam pamflet ya. Ya, memang. Selain tulisan, paper, buku, dan juga kicauan di facebook; ku fikir-fikir materi komunikasi seperti ini juga menarik. Mungkin sedikit puisi pendek akan kuat melekat pada fikiran sebagian orang.

Tentang petani!!. Ya, petani. Untuk itulah kenapa saya dibayar. Atau, setidaknya, alasan kenapa saya dibayar, menurut fikiran saya. Lebih 20 tahun menjadi peneliti. Selama itu pula bergaul dengan kolega-kolega, Saya mendapat kesa: petani tidak diperhatikan.

Bukan petani yang membuat kami rapat mendadak. Bukan pula karena nasib petani kami berdebat dan menyumbang saran. Pembangunan pertanian semakin jauh dari petani. Tidak banyak yang perduli, meskipun tiap hari seolah kita membicarakan mereka. Swasembada yang terancam lebih penting. Anjloknya total produksi adalah alasan kenapa kami rapat ber jam-jam. Namun bukan karena ada petani yang tidak berlahan, ... bukan karena mereka kelaparan.

Pembangunan selesai pada angka-angka.
Pada benda-benda.
Bukan pada MANUSIA.


*****

Senin, 11 Juni 2012

Bambu


Ini sketsa favorit saya: bambu. Ini digambar bukan dengan pesil atau kuas, tapi menggunakan software online. Ketika di upload di facebook, banyak yang kaget, "Lho .... elu bisa nggambar ya?". Yang banyak kaget kawan-kawan lama, yang tahunya saya cuma sebagian.


Gelas ini lu ya. Ini juga digambar dengan satu software online. Dengan mudah kita bisa membuat latar belakangnya. Mau diarsir juga enak, karena warnanya ga numpuk. Dan efektif.

*****

Rabu, 06 Juni 2012

Depeer IPB



Ya, ini sketsa untuk kawasan depeer IPB Baranang Siang, sekitar tahun 80-an akhir. Depeer adalah singkatan kami untuk "Di bawah Pohon Rindang". Emang rindang. Habis kuliah kita-kita selalu mampir disini, ada berbagai aneka jajanan. Ada batagor, nasi rames, dan es doger.

Posisinya adalah dekat gedung statistik, di depan gedung UKM dan kantor pos, dan di seberang ruang kuliah persiapan P1. Masih ingat suasananya kan kawan ? Tempat ini selalu riweh. Sekarang, tahun 2012 ini, lebih rapi. Gerobak-gerobak makanan lebih rapi, ga kaya dulu.

******

Kampung nelayan itu ......


Ini adalah sebuah sketsa yang saya gambar dengan menggunakan satu software yg tersedia online. Tool ini menarik, karena ia menyediakan tool berupa kuas, dimana ada tekanan lemah dan kuat dalam tarikannya. Jadi, ada yang tebal dan tipis.

Tool ini, sangat berbeda dengan Paints yang biasa saya pakai. Kalau paint, lebih kaku. Gambarnya jadi formal. Kurang cocok untuk bikin sketch gitu. .....

Gambar ini sebuah panorama perkampungan nelayan lah, lebih kurang. Ya, ada perahu yg lagi bengong, lalu dermaga kayu yang biasanya kayu-kayunya banyak tersusun namun tak rapi, tapi malah artistik ya. Lalu rumah-rumah kayunya. Pemandangan ini, selalu menimbulkan kesan sesuatu.

******